Selasa, 15 Oktober 2019

MANAJEMEN KONSTRUKSI


MANAJEMEN KONSTRUKSI



A.   Manajemen Rekayasa
Pemahaman tentang manajemen konstruksi dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu: teknologi konstruksi (construction technology) dan manajemen konstruksi (construction management).
Kedua hal tersebut salin terkait satu sama lain dan bersinergi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan proyek.
Teknologi konstruksi (construction technology) memplajari metode atau teknik yang digunakan untuk mewujudkan bangunan fisik dalam lokasi proyek. Dalam Bahasa inggris, istilah technology berasal dari kata techno dan logic. Logic dapat diartikan sebagai urutan dari setiap langkah kegiatan (prosedur).
Manajemen konstruksi (construction management) adalah bagaimana agar sumber daya yang terlibat dalam proyek konstruksi dapat diaplikasikan oleh manajer proyek secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi dapat dikelompokan menjadi manpower, material, machines, money, method.
Proyek rekayasa sipil mempunyai karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan industry lainnya (misal manufakur). Salah satu cirinya adalah sifat unik dan tunggal. Kondisi ini menuntut adanya rancangan dan program pembangunan tersendiri.
Konsekuensi dari katarakteristik proyek sipil adalah timbulnya kebutuhan akan suatu teknik atau manajemen yang lebih fleksibel sehingga dapat diaplikasikan ke berbagai jenis proyek. Dengan demikian, teknik manajemen harus disesuaikan untuk membentuk manajemen baru yang sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing proyek.
Dengan demikian harus dibuat perancangan untuk teknik/manajemen yang dapat mengakomodasi peninjauan dan penyesuaian secara terus menerus dan disetiap saat dalam memenuhi kebutuhan yang ada demi menyelesaikan pekerjaan yang sedang berjalan.

B.   Tujuan Manajemen Rekayasa
Tujuannya pada umumnya dipandang sebagai pencapaian suatu sasaran tunggal dan dengan jelas terdefinisikan. Dalam rekayasa sipil, pencapaian sasaran itu saja tidak cukup karena banyak sasaran penting lainnya yang juga harus dapat dicapai. Sasaran ini dikenal sebagai sasaran sekunder dan bersifat sebagai kendala (constraint).
Kendala-kendala yang selalu terlibat dalam proyek-proyek rekayasa sipil biasanya berhubungan dengan persyaratan kinerja, waktu penyelesaian, batasan biaya, kualitas pekerjaan, dan keselamatan kerja.
Pelaksana proyek konstruksi berorientasi pada penyelesaian proyek sedemikian rupa sehingga jumlah sumber daya yang digunakan dalam pelaksanaan proyek berada pada posisi minimum. Aspek penting ini dapat dicapai melalui penggunaan teknik manajemen yang baik, yang mencakup:
1.  Pembentukan situasi dimana keputusan yang mantap dapat diambil pada tingkat manajemen yang paling rendah dan mendelegasikan kepada mereka yang mampu.
2.   Memotivasi orang-orang untuk memberikan yang terbaik dalam batas kemampuannya dengan menerapkan hubungan manusiawi.
3. Pembentukan semangat kerja sama kelompok dalam organisasi sehingga fungsi organisasi dapat berjalan secara utuh.
4.  Penyediaan fasilitas yang memungkinkan orang-orang yang terlibat dalam proyek meningkatkan kemampuan dan cakupannya.

C.   lndustri Konstruksi
Konstruksi dan kemampuan untuk membangun sesuatu adalah salah satu keterampilan tertua dari manusia. Pada zaman prasejarah, keterampilan membangunlah yang membedakan Homo sapiens dari spesies lain. Manusia berjuang untuk hidup dan berlindung dari lingkungan yang membahayakan dengan membangun tempat tinggal dari berbagai material yang ada pada saat itu, seperti tanah, batu, kayu, dan kulit binatang.
Pada masa sekarang ini, industri konstruksi merupakan suatu industri ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan Iahan dan pembangunan, percepatan, dan perbaikan bangunan, struktur, dan properti lain. Atas dasar itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berkembang di seluruh dunia.
Pertumbuhan industri konstmksi sejalan dengan pertumbuhan di suatu negara. Menurut Halpin (1998), sektor-sektor berbeda dari industri konstruksi menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda di seluruh dunia, seperti:
1.  industri konstruksi menyumbangkan nilai yang sangat besar pada pendapatan per kapita dunia, yaitu sekitar 1/10 dari GDP dunia.
2.    industri konstruksi merupakan industri yang potensial dalam penyerapan tenaga kerja yang besar, yaitu sekitar 7% dari seluruh tenaga kerja di dunia.
3.   industri konstruksi menyerap 215 dari total penyerapan energi di seluruh dunia yang membuat industri ini meniadi sektor terbesar dalam penyerapan energi.

D.   Kongtruksi Gedung
Kostruksi gedung adalah bangunan yang digunakan sebagai fasiitas umum, misalnya bangunan institusional, pendidikan, industry ringan (seperti gudang), bangunan komersial, sosial dan tempat rekreasi. Jenis bangunan pada konstruksi ini misalnya gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen atau rumah susun, dan sekolah. Konstruksi gedung biasanya direncanakan oleh arsitek dan insinyur sipil, sementara material yang dibutuhkan lebih ditekankan pada aspek-aspek arsitektural.

E.   Konstruksi Teknik
Konstruksi pada kategori ini melibatkan struktur yang direncanakan dan didesain secara khusus oleh para ahli dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan infrastruktur. Jenis konstruksi ini dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu konstruksi jalan dan konstruksi berat.
a. Konstruksi Jalan
Proyek ini meliputi penggalian, pengurugan, perkerasan jalan, dan konstruksi jembatan serta struktur drainase. Konstruksi jalan biasanya direncanakan oleh deparlemen pekerjaan umum setempat dan berbeda dengan konstruksi bangunan dari segi aktivitas antara pemilik, perencana, dan kontraktor.
b. Konstruksi Berat
Yang temasuk dalam konstruksi ini adalah proyek-proyek utilitas suatu negara, bendungan, pemipaan, transportasi selain jalan raya, transportasi air, dan transporlasi udara. konstruksi ini dibiayai oleh pemerintah atau kerja sama pemerintah-swasta.

F.    Konstruksi lndustri
Konstruksi ini biasanya melibatkan proyek-proyek teknik tingkat tinggi dalam manufaktur dan proses produksi. Dalam bcbcrapa kasus, kontraktor dan arsitek menjadi berada pada satu pemsahaan untuk mendesain dan melaksanakan pembangunan pabrik bagi pemilik/klien.













Sumber:
Wulfram I. Ervianto, Manajemen Proyek Konstruksi,
Ir. Irika Widiasanti, M.T dan Lenggogeni, M.T, Manajemen Konstruksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SCHEDULE PROYEK

1. Metode Schedule Proyek a. Definis Secara umum setiap proyek pasti membutuhkan suatu penjadwalan atau schedule dalam tahapan ...